Mulai Berzakat

Warga Tangerang Periksa Kesehatan dan Belajar Mitigasi Kebakaran

1
  •   Date :  March 13, 2019
  •   Eko Ramdani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  23

ACTNews, TANGERANG – Pelayanan kesehatan untuk warga prasejahtera di Jabodetabek terus berlanjut.  Sabtu (9/3), Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada menggelar pelayanan kesehatan di Desa Kemuning, Legok, Kota Tangerang. Layanan kesehatan tersebut dihadiri 59 warga prasejahtera di desa itu.

Pasien dari berbagai usia bergantian memeriksakan kesehatan mereka secara cuma-cuma. Hasilnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi temuan terbanyak di masyakat. Koordinator Program Medis ACT dr. Muhammad Riedha Bambang mengatakan, pola hidup yang kurang baik ini yang menjadi penentu tekanan darah. “Pada aksi-aksi sebelumnya hipertensi juga paling banyak ditemukan,” tambahnya.

Pada pelayanan kesehatan kali ini Global Zakat-ACT juga memberikan edukasi mitigasi kebakaran pada warga. Materi mitigasi kebakaran disampaikan langsung oleh Disaster Management Institute of Indonesia (DMII)-ACT, pelatihan mengatasi kebakaran, khususnya dari kebocoran gas diberikan.

Edukasi kebakaran diberikan mengingat bencana ini paling sering terjadi di masyarakat perkotaan. Kondisi permukiman yang padat serta warga yang masih belum bisa mengatasi kebocoran gas dan kebakaran dengan baik menjadi alasan edukasi ini. “Kebakaran masih bencana paling mengancam di perkotaan, khususnya Jabodetabek,” ungkap dr. Riedha, Rabu (13/3).

Relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menjadi pemandu mitigasi kebakaran kala itu. Tak hanya diberikan materi, warga juga diajak praktek langsung. “Masyarakat masih banyak yang panik saat menghadapi kebocoran gas, padahal dengan sikap tenang dapat meminimalisir dampak,” jelas Hakim, Relawan MRI.

Di samping edukasi, Global Zakat-ACT juga menyelenggarakan penyuluhan demam berdarah (DB). Penyuluhan ini terus diadakan di setiap tempat aksi sejak hari pertama. Hal ini mengingat masih tingginya intensitas hujan di wilayah Jabodetabek. Lingkungan tempat tinggal yang padat penduduk serta masih kurangnya kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan dikhawatirkan menjadi ancaman DB. []