Mulai Berzakat

Rekor Indonesia, Penyumbang Bantuan Pangan Terbesar untuk Rohingya

Rekor Indonesia, Penyumbang Bantuan Pangan Terbesar untuk Rohingya
  •   Date :  November 14, 2017
  •   Shulhan Syamsur Rijal
  •   Editor
  •   Viewers :  13

ACTNews, COX'S BAZAR - Laju roda puluhan truk-truk besar itu akhirnya diizinkan menggilas aspal, melaju menyusuri jalur penghubung Kota Chittagong – Cox’s Bazar. Sudah lama ditunggu, setelah lama dinanti, setelah melewati rangkaian izin panjang dan administrasi yang luar biasa melelahkan, akhirnya perjalanan darat itu bisa dimulai.

Butuh setidaknya waktu empat hari untuk mengirimkan total 80 truk dengan muatan sejenis. Dari Pelabuhan Chittagong, truk-truk itu sudah mengantongi izin khusus, izin yang telah diurus dalam waktu yang cukup lama. Izin tersebut akhirnya bisa digunakan untuk melaju membawa paket spesial bantuan pangan dari bangsa Indonesia.

Terhitung sejak Sabtu (11/11) malam kemarin, untuk pertama kalinya puluhan truk berangkat dari titik yang sama di Pelabuhan Chittagong. Tujuan truk itu pun mengarah ke lokasi yang sama, yakni sebuah gudang bantuan pangan yang dikelola oleh Pemerintah Distrik Cox’s Bazar, berjarak sekira 144 kilometer dari Pelabuhan Chittagong. Dalam satu malam, ada 20 truk yang melaju beriringan, artinya butuh waktu 4 hari untuk menuntaskan pengiriman 80 truk.

Meski truk yang mengangkut adalah truk-truk yang biasa saja, tapi muatan puluhan truk itu sama sekali bukan muatan biasa. Jumlahnya bukan hanya satu, tapi 2.000 ton atau setara dengan 80.000 karung beras yang dihimpun dari puluhan ribu amanah masyarakat Indonesia. Bantuan pangan dalam jumlah masif itu bakal segera didistribusikan untuk ribuan keluarga pengungsi Rohingya yang terlunta di Cox’s Bazar. 

Sabtu malam kemarin, menjadi sebuah perjalanan darat yang bersejarah bagi catatan kemanusiaan bangsa Indonesia. Setelah sempat lama tertahan di Pelabuhan Chittagong karena izin dan administrasi yang tak juga rampung, akhirnya 2.000 ton bantuan beras dari Indonesia untuk Rohingya bisa diizinkan untuk mencapai Cox’s Bazar, satu langkah untuk segera mendistribusikan bantuan beras untuk Rohingya akhirnya rampung diselesaikan.

2.000 ton, jumlah bantuan pangan terbesar untuk Rohingya

“Sama sekali bukan urusan yang mudah untuk menyelesaikan administrasi pendistribusian bantuan pangan dari bangsa Indonesia. Tapi llhamdulillah, semua ikhtiar bangsa Indonesia disambut dengan baik oleh perwakilan pemerintah Chittagong dan Cox’s Bazar”, begitu ucap Insan Nurrahman, Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selama sebulan ke belakang, Insan terlibat langsung dalam tiap rangkaian proses izin dan administrasi yang diminta oleh Pemerintah Bangladesh.

Namun demikian, meski sempat tertahan proses administrasi yang panjang dan rumit, surat-surat perizinan yang akhirnya berhasil dikantongi benar-benar menunjukkan ikhtiar masif bangsa Indonesia.

Misalnya saja, dalam salah satu lembaran surat perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Divisi Chittagong, tertulis nama Indonesia sebagai pengirim bantuan pangan terbesar untuk Rohingya.

Dalam lembaran surat itu, nama "Indonesia" mentereng dengan catatan approximately weight bantuan pangan sebesar 2.077 metrik ton! Dari jumlah tersebut, akumulasi bantuan sebesar 2.000 tercatat atas nama Aksi Cepat Tanggap, mewakili amanah besar bangsa Indonesia.

Dihubungi langsung dari Cox's Bazar, Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT menjelaskan, sampai tanggal 1 November 2017 tercatat ada 15 negara penyumbang bantuan pangan untuk Rohingya.

“Total seluruh bantuan pangan untuk Rohingya dari 15 negara mencapai berat 3.880,308 metrik ton. Alhamdulillah, dari jumlah sebanyak itu, 2.000 metrik ton adalah beras amanah dari Bangsa Indonesia yang dititipkan lewat ACT,” ujar Bambang.

Satu persatu ikhtiar masif bangsa Indonesia sudah rampung diselesaikan secara legal mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Bangladesh. Izin telah dikantongi, truk pengangkut 80 kontainer setara 2.000 ton beras pun sudah bergerak dari Pelabuhan Chittagong, sampai ke gudang penyimpanan sementara di Cox’s Bazar. Ketika beras telah tiba di Cox's Bazar, artinya, proses distribusi untuk keluarga-keluarga Rohingya tinggal menunggu hari.

Bambang menyampaikan, sesuai dengan regulasi pemerintah Bangladesh, proses distribusi nantinya bakal dilakukan oleh Pemerintah Distrik Cox’s Bazar. Pemerintah lokal menjamin bakal melakukan distribusi dengan cara yang cermat dan tepat sasaran sampai ke titik-titik kamp pengungsian Rohingya yang tergolong baru.

“Alhamdulillah nama Indonesia sekali lagi bisa menjadi paling dominan dalam ranah kemanusiaan untuk Rohingya. Apalagi, ACT pun menjadi NGO asal Indonesia pertama yang memegang utuh izin distribusi bantuan pangan, juga izin untuk membangun 2.000 unit shelter atau hunian terpadu di dalam Kamp Kutupalong, Ukhiya,” pungkas Bambang. []