Mulai Berzakat

Puisi Cinta untuk Rohingya

Puisi Cinta untuk Rohingya
  •   Date :  September 12, 2017
  •   Muhajir Arif Rahmani
  •   Editor
  •   Viewers :  59

ACTNews, JAKARTA – Berbagai bentuk ekspresi kepedulian terhadap nasib tragis merundung etnis muslim Rohingya yang ditunjukkan masyarakat Indonesia begitu beragam. Dimulai kecaman dan keprihatinan melalui media sosial serta penggalangan dananya, aksi turun ke jalan, koreografi para suporter sepak bola, penggalangan di berbagai tempat masjid, sekolah, perkantoran dan yang lainnya, hingga melalui pergelaran seni, mewarnai penyikapan masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.

Semua wujud ekspresi keprihatinan itu merupakan ungkapan murni dari keresahan masyarakat terhadap kekejian yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada warga etnis muslim Rohingya.          

Salah satu aksi dari Aliansi Kemanusiaan untuk Rohingya (AKUR) misalnya, menggelar pementasan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya. Bertema “Puisi Cinta untuk  Rohingya”, pementasan seni tersebut diselenggarakan di halaman parkir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Minggu malam (10/9).

Acara yang berlangsung terbuka untuk umum ini merupakan bentuk protes secara damai atas kebrutalan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, di Rakhine State, Myanmar. Sejumlah lembaga kemanusiaan termasuk di dalamnya Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan tokoh ormas lintas agama yang ada di tanah air turut terlibat dalam acara ini.

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi berharap pembacaan puisi dalam acara ‘Puisi Cinta untuk Rohingya’ ini akan mampu menyentuh perasaan orang-orang yang mendengarnya. Dengan Puisi Cinta untuk Rohingya dapat membuat solidaritas semakin erat dan kuat. Sehingga, imbasnya sampai ke Pemerintah Myanmar agar melunak mendengarkan untaian kata demi kata dalam puisi ini.

"Melalui cara yang lembut dan menyentuh, kami ingin menyampaikan sikap kami dengan cara yang lebih lembut," ujarnya.

Sejumlah tokoh yang turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Thohari, pujangga dan sastrawan legendaris Indonesia, Taufik Ismail, aktris senior Neno Warisman, beberapa tokoh anggota DPR-RI, perwakilan dari setiap lembaga dan sejumlah awak media.        

Hajriyanto Thohari sangat mengapresiasi atas terselenggara acara puisi cinta untuk Rohingya ini. Dia menyebut ada banyak cara dalam memberikan dukungan untuk Rohingya.

"Atas nama Muhammadiyah saya mengapresiasi acara ini. Banyak cara mulai dari doa hingga puisi seperti saat ini, sebagai tanda simpati kepada kaum Muslim atau etnis Rohingya," kata Thohari.

Hal senada juga dikatakan Senior Vice President ACT N.Imam Akbari. Menurutnya, ACT sangat mengapresiasi dan menghargai upaya-upaya untuk mengangkat krisis Rohingya yang merupakan tragedi kemanusiaan luar biasa dengan pendekatan seni budaya dan sastra, seperti guratan kata-kata yang dirangkaikan dalam diksi-diksi terpilih.

“Kami berharap melalui acara ‘Puisi Cinta untuk Rohingya’ ini, segala kesalahpahaman terhadap kepedulian masyarakat terkait Rohingya bisa kembali dipandang dengan kacamata hati yang jernih. Sehingga, sebagai bangsa kita terhindar dari hal-hal yang kontraproduktif,” tuturnya.

Imam pun berharap, fokus elemen yang peduli terhadap nasib etnis Rohingya bisa menjalankan aksinya dengan tuntas dan tidak menimbulkan ekses dan replikasi negatif di kemudian hari. []