Mulai Berzakat

Perjalanan Jauh Harus Dilalui, Demi Tersampaikannya Paket Pendidikan

MIS At-Takwa
  •   Date :  January 23, 2018
  •   Muhajir Arif Rahmani
  •   Editor
  •   Viewers :  145

ACTNews, BANGGAI KEPULAUAN – Setelah menyasar dua sekolah di daerah terpencil di Pulau Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Tim Program 100 Pulau Tepian Negeri kembali mendistribusikan bantuan paket pendidikan untuk sekolah terpencil lainnya di Sulawesi Tengah. Senin (22/1), tim menyambangi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) At-Taqwa di Desa Palam, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah.

Tiga puluh dua siswa dan lima guru MIS At-Taqwa tampak terkejut dengan kehadiran Tim Program 100 Pulau Tepian Negeri. Mereka tak menyangka sang tamu jauh-jauh datang memberikan bantuan paket pendidikan ke sekolahnya. Hal ini karena baru kali ini MIS At-Taqwa mendapatkan bantuan pendidikan sejak sekolah ini berdiri empat tahun yang lalu.

 

Maspawati Apatiyah (32) selaku Kepala Sekolah MIS At-Takwa amat bersyukur ketika sekolahnya medapatkan bantuan fasilitas sekolah. Para siswanya tak ketinggalan mendapatkan bantuan paket pendidikan. Maspawati tidak menyangka bahwa sekolah dan anak-anak didiknya menerima bantuan pendidikan hari itu.    

“Kami tak menyangka, sekolah kami kedatangan tamu dari jauh, memberikan bantuan paket pendidikan dan fasilitas sekolah. Terus terang ini surprise bagi kami,” ungkapnya, usai menyambut Tim Program 100 Pulau Tepian Negeri.         

Sementara itu, pendistribusian bantuan pendidikan ini ternyata harus dilalui dengan perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Berbagai moda transportasi digunakan, baik transportasi darat maupun laut.

Menurut Nurkholis, anggota Tim 100 Pulau Tepian Negeri, perjalanan yang ditempuh memang penuh tantangan dan harus dilalui dengan sabar. Namun, rasa lelah yang dirasakan timnya terobati dengan terdistribusikannya amanah bantuan paket pendidikan untuk siswa MIS At-Takwa dan fasilitas sekolahnya.                 

“Luar biasa perjalanan menuju lokasi ini, kami harus menempuhnya selama seharian. Distribusi bantuan baru bisa dilaksanakan keesokan harinya, setelah kami istriahat dahulu semalam di lokasi. Alhamdulillah, sekarang sudah terdistribusikan,” ucapnya, penuh rasa lega.       

Sekilas tentang MIS At-Takwa 

Sekolah yang berdiri 4 Agustus 2014 lalu ini hanyalah terdiri dari bangunan sedang, yang disekat menjadi empat ruangan. Di sekolah ini tidak ada ruang guru, ruang perpustakaan, ruang UKS, dan hanya ada MCK semi permanen saja.

“Kondisi fisik sekolah kami memang kurang layak, dengan fasilitas yang sangat minim. Meja dan kursinya sangat sederhana, meja guru kurang, papan tulis seadanya, dan juga buku pelajaran pun sangat kurang,” keluh Maspawati.    

Di sekolah inilah, anak-anak Desa Palam yang orang tuanya mayoritas bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan dapat belajar gratis. Biaya operasional sekolah hanya mengandalkan dana BOS dan sumbangan dari masyarakat.       

Maspawati berharap ACT bisa juga membantu tambahan bangunan lokal sekolahnya, saat ini hanya ada empat kelas saja. Ruang-ruang kelas tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para guru dan siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 4.        

“Tahun ajaran baru nanti kami menerima siswa baru lagi, kelas pun akan bertambah menjadi 5 kelas, yakni kelas 1 hingga kelas 5. Pengadaan atau pembangunan kelas baru sangat dibutuhkan sekolah kami,” pungkasnya. []