Mulai Berzakat

Pelayanan Kesehatan Berkala: Warga Prasejahtera Keluhkan Hipertensi

1
  •   Date :  March 06, 2019
  •   Eko Ramdani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  120

ACTNews, JAKARTA – Pelayanan kesehatan berkala dari Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berlanjut sampai saat ini. Pada Senin (4/3) kemarin, pelayanan kesehatan untuk warga prasejahtera di wilayah Jabodetabek ini digelar di Kelurahan Sumur Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Di sana, tim medis ACT dibantu relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan pengobatan serta pemeriksaan kesehatan warga.

Hasilnya, hipertensi menjadi keluhan terbanyak dari warga. Hipertensi atau tekanan darah tinggi ini memang mudah ditemukan di kalangan masyarakat perkotaan, seperti Jakarta. Angkanya sangat tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI pada 2013 saja tercatat 25,8 persen penduduk Indonesia mengalami hipertensi. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, tiap tahunnya penderita hipertensi meningkat di seluruh dunia.

Koordinator Tim Medis ACT dr. Muhammad Riedha Bambang menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita hipertensi di kalangan masyarakat perkotaan. Konsumsi makanan kurang sehat serta minimnya aktifitas fisik menjadi penyumbang terbesar. “Stres juga sangat mempengaruhi tekanan darah, maka dari itu sangat disarankan untuk setiap orang mengelola emosi dan pikirannya dengan baik,” jelas dr. Riedha.

Lebih lanjut, dr. Riedha menjelaskan, asupan garam yang tinggi pada makanan yang umum dikonsumsi masyarakat perkotaan sangat berpengaruh pada tingginya tekanan darah. Garam dapat mengganggu kadar natrium alami dalam tubuh. Maka dari itu, orang yang dinyatakan mengalami tekanan darah tinggi dianjurkan mengurangi konsumsi garam.

Kurangnya aktifitas fisik di masyarakat perkotaan, juga menjadi penyumbang utama dari banyaknya orang perkotaan mengalami hipertensi. Mayoritas mereka berpergian menggunaan kendaraan bermotor, dan bekerja di depan gawai atau komputer. “Orang kota tak sedikit mengesampingkan olahraga, sedangkan pekerjaan mereka tak banyak melibatkan aktifitas fisik, dibandingkan dengan orang desa yang ke mana-mana sering berjalan kaki atau sepeda dan bekerja di sawah yang melibatkan aktifitas fisik,” tambah dr. Riedha.

Selain hipertensi, infeksi saluran pernapasan atau ispa juga menjadi keluhan terbanyak dari peserta program layanan kesehatan Global Zakat - ACT. Kualitas udara perkotaan yang kurang baik akibat polusi kendaraan serta industri menjadi faktor utama.

Melalui pelayanan kesehatan berkala dari Global Zakat-ACT yang telah bergulir sejak awal Februari 2019 lalu, tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan. Akan tetapi, penyuluhan hidup sehat untuk menghindar dari berbagai penyakit diberikan.

Masih terdapat puluhan lokasi lagi yang akan disambangi, tepatnya wilayah Jabodetabek. Peserta ialah mereka yang keadaan ekonominya masih dalam tahap prasejahtera. []