Mulai Berzakat

Paket Nutrisi untuk Lansia di Pesisir Bandar Lampung

Paket Nutrisi untuk Lansia di Pesisir Bandar Lampung
  •   Date :  October 31, 2018
  •   Hermawan Wahyu Saputra
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  28

ACTNews, PESAWARAN - Hiruk pikuk pengguna jalan tampak di sebuah jalan yang menghubungkan Kota Bandar Lampung menuju daerah Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju kawasan wisata sepanjang pesisir Provinsi Lampung.

Senin (29/10) sore, tim Global Zakat - ACT Lampung membelokkan mobil ke kiri, menyusuri Kampung Sinar Laut di Jalan Teluk Bone II, Kelurahan Kota Karang Raya, Kecamatan Teluk Betung Timur. Jalan tersebut berupa gang sempit, ratusan rumah berderet di kanan dan kiri jalan. Jalan menuju bibir pantai ini didominasi dengan rumah papan dan semi permanen.

Anak-anak tampak bermain di sepanjang gang sempit tersebut, di antara warga yang berkerumun. Tim semangat menyapa mereka, lalu lanjut mengunjungi beberapa rumah warga untuk mengantarkan paket nutrisi. Rumah pertama yang disambangi adalah rumah Mbah Kartini.

 

Belum sempat mengetuk pintu, Mbah Kartini menghampiri tim dengan tubuh rentanya. Sembari memegang tiang rumah, nenek berusia 72 tahun tersebut menerima paket nutrisi untuk lansia. Sepaket roti dan susu ini merupakan bentuk penyaluran dana zakat masyarakat Indonesia yang diamanahkan kepada Global Zakat - ACT Lampung.

Selama hidupnya, Mbah Kartini menjalani kehidupan dengan keterbatasan. Saat ini, ia tinggal bersama dua anak angkatnya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan nelayan. Sementara satu-satunya anak kandung Mbah Kartini mengais rezeki di Malaysia. Informasi mengenai keberadaan anaknya pun jarang diketahui karena keterbatasan sarana komunikasi.

Dalam keterbatasan itu, Mbah Kartini juga berjuang sembuh dari penyakit jantung dan diabetes yang diderita. “Sudah sakit-sakitan dari lima tahun dulu, pas ditinggal suami,” ungkap Mbah Kartini.

Kondisi serupa juga dirasakan Mbah Sriati (72), yang tinggal tidak jauh dari rumah Mbah Kartini. Semenjak ditinggal suaminya 15 tahun silam, Mbah Sriati menjadi tulang punggung keluarga.

 

“Saya biasa milih-milihin dan menjemur teri medan di Pulau Pasaran. Sudah dari 15 tahun lalu kerja seperti ini, untuk kebutuhan hidup saya dan 3 anak saya,” ujar Mbah Sriati. Sisa tenaga harus digunakan untuk berdiri dibawah terik matahari. Bersama puluhan perempuan lain, Mbah Sriati menjalani kehidupan yang serba terbatas.

Paket nutrisi ia diterima dengan lantunan doa dan harapan. “Alhamdulillah Allah mengirim orang baik hari ini. Saya sangat bersyukur roti dan susu ini diberikan kepada saya. Insyaallah besok lebih semangat lagi kerja. Meskipun kalau sore rasanya capek banget, pinggang seperti mau lepas,” ucap Mbah Sriati sembari tersenyum.

Paket nutrisi lainnya juga diterima Mbah Tinggal (60), lansia yang turut tinggal di Kampung Sinar Laut. Dikunjungi oleh tim Global Zakat - ACT Lampung, lansia yang hidup berdua dengan anak angkatnya di rumah warga yang ia tumpangi.

 

“Saya dulu datang ke kampung ini tanpa sanak saudara, numpang di rumah orang. Sekarang Pernah kerja untuk biaya hidup sehari-hari saya dan anak angkat, tapi sekarang sudah tidak lagi. Sudah ga kuat bekerja,” ungkap Mbah Tinggal. Anak angkatnya bekerja sebagai nelayan dan buruh serabutan.

Kala itu, 30 paket nutrisi rampung dibagikan untuk para lansia di Kampung Sinar Laut. Penyaluran zakat di wilayah prasejahtera di Kecamatan Teluk Betung ini adalah yang pertama kalinya. Ini menjadi ikhtiar Global Zakat - ACT Lampung untuk menyalurkan amanah zakat masyarakat Indonesia kepada warga yang paling membutuhkan di Lampung. Hal ini disampaikan oleh Kepala Cabang Global Zakat - ACT Lampung Dian Eka Darmawahyuni.

Dian memaparkan, pendistribusian zakat di Kampung Sinar Laut tidak terlepas dari kondisi warganya yang berpenghasilan rendah. Mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai nelayan dan buruh serabutan, yang mana pendapatan mereka hanya mencukupi beberapa kebutuhan pokok saja.

 

“InsyaAllah, ke depannya akan ada program pemberdayaan di kampung ini. Warga akan dibina untuk bisa mengolah hasil alam yang ada untuk dijadikan hasil pangan yang bisa dijual. Ini adalah salah satu ikhtiar kami untuk turut menyukseskan program Zakat City yang diinisiasi oleh Kemenag Provinsi Lampung,” papar Dian.

Oleh karenanya, imbuh Dian, pihaknya terus mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Lampung, untuk bersama menyalurkan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan di Lampung. “Karena ini bisa menjadi ikhtiar awal kita semua untuk mensejahterakan warga Lampung,” pungkas Dian. []