Mulai Berzakat

Makna Berbagi Menurut Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar

1
  •   Date :  May 17, 2019
  •   Reza Mardhani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  42

ACTNews, BOGOR - Berangkat dari obrolan dengan Ustaz Adi Hidayat, Teuku Wisnu mengutarakan pendapatnya mengenai makna berbagi. Baginya, berbagi bukan melulu soal materi. Banyak hal-hal di dunia ini yang bisa dibagi tanpa harus berbentuk uang ataupun harta. Menurutnya, hal tersebut masih bisa disebut sebagai amal atau sedekah.

“Misalkan, potensi kita yang kita punya kita bisa sumbangkan untuk agama kita, itu kan juga termasuk sedekah. Sedekah ilmu, sedekah waktu, sedekah kerja keras, itu insyaallah akan dinilai oleh Allah SWT. Itu yang saya tangkap dari obrolan dengan Ustaz Adi Hidayat,” kata Teuku Wisnu.

Terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Teuku Wisnu ingin lebih banyak berbagi lagi. Kesempatan itu ia temukan  di acara kajian rutin bertajuk ‘Ngariung Yuk!’, yang hari itu diadakan oleh Bogor Rain Cake dan disponsori oleh Dnars Indonesia di Grand Ballroom Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat. Teuku Wisnu juga ikut berderma untuk membagikan 2.500 paket iftar kepada para peserta kajian tersebut, melalui Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT). Target Teuku Wisnu dalam distribusi ini selain untuk berbagi, juga untuk mengajak orang lain untuk ikut berderma.

“Yang saya harapkan sebenarnya dari pembagian paket iftar ini adalah bagaimana kita nanti akan coba sosialisasikan kepada siapa saja yang ingin berbagi pahala, berdonasi untuk paket berbuka ini melalui Global Zakat-ACT ini. Malah saya targetnya adalah bagaimana 2.500 orang ini ikut berdonasi juga,” katanya Rabu (15/5).

Selain berbagi bersama jemaah kajian di Bogor, sepanjang Ramadan ini, Humanity Food Truck juga akan berkeliling Jabodetabek dan Jawa Barat untuk untuk membagikan paket iftar gratis kepada masyarakat-masyarakat prasejahtera. Teuku Wisnu menyambut positif ketika mendengar gagasan ini.

“Salah satu kenikmatan orang berpuasa memang ketika berbuka. Nah, inilah bagaimana kita membagi kebahagiaan tersebut kepada saudara-saudara kita sesama umat Islam, ketika berbuka dia menikmati makanan yang lengkap, ada dagingnya, ada sayurnya. Kita kan, bisa ikut senang melihat hal itu. Dan mudah-mudahan kita juga dapat pahala di sana,” tuturnya.

Kebahagiaan itu juga yang dirasakan oleh Shireen Sungkar, pemilik Bogor Rain Cake sekaligus istri dari Teuku Wisnu. Berbagi baginya adalah obat hati dan dapat menghasilkan kesenangan untuk dirinya sendiri.

“Pernah saya dengar, bahwa ketika kita berbagi bukan hanya kita menyenangkan orang lain, tetapi juga kita menyenangkan diri kita sendiri. Ada kesenangan batin juga ketika kita melihat orang yang kita bagi itu bahagia dengan apa yang kita kasih,” kata Shireen Sungkar.

Dengan hadirnya program Humanity Food Truck, Shireen juga mengharapkan masyarakat prasejahtera yang menjadi penerima manfaat dapat merasakan menu makanan bergizi yang dirasakan setiap hari oleh orang-orang mampu pada umumnya.

“Tidak bisa dipungkiri, kita masih bisa makan enak setiap hari. Tapi banyak orang di pelosok, bahkan di kota besar pun belum bisa makan enak seperti kita. Dengan adanya Global Zakat-ACT, mudah-mudahan bisa menyalurkan apa yang orang-orang ingin berikan,” ujar Shireen. []