Mulai Berzakat

Kebahagiaan Zakat Mengalir Hingga ke Desa Tepian Musi

Kebahagiaan Zakat Mengalir Hingga ke Desa Tepian Musi
  •   Date :  August 07, 2017
  •   Dekha
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  103

ACTNews, OGAN ILIR - Menjelajahi pelosok-pelosok Indonesia, selalu ada ragam kisah kehidupan masyarakat “dalam” yang tersaji. Kisah yang mungkin terlewat dari ekspos media besar ini mencoba bertutur dengan caranya. Dengan obrolan hangat, dengan sapaan bersahabat, kisah itu mengalun. Seperti kisah keseharian penduduk di tepian Sungai Musi, sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

Mungkin sedikit masyarakat Indonesia yang mengetahui Desa Ibul Besar III, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa tersebut menjadi salah satu desa di Kabupaten Ogan Ilir yang berada di tepian Sungai Musi. Tak heran jika sebagian besar kegiatan warganya bertopang pada keberadaan air sungai, seperti pemenuhan kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Ada yang unik memang mengenai warga Desa Ibul Besar III. Sebagian besar kebutuhan sehari-hari warga memang mengandalkan Sungai Musi, namun tidak dengan mata pencaharian mereka. Hampir seluruh warga desa tersebut bekerja di luar bidang “perairan”. Hal ini mengingat minimnya tangkapan ikan yang bisa didapat sehari-harinya.

Alih-alih menjadi nelayan, rata-rata warga bekerja sebagai buruh harian lepas dan tenaga kebersihan. Ada juga warga yang berdagang dan membuat berbagai kerajinan seperti kandang ayam dari anyaman bambu dan rak sepatu dari bahan papan sisa. Selain itu, beberapa warga juga menjadi buruh pembuat atap dari bahan baku daun nipah.

Namun demikian, beragam pekerjaan itu belum mampu mencukupi kebutuhan harian warga desa yang hidup di bantaran Sungai Musi ini. Keterbatasan ekonomi serta minimnya pemberdayaan sumber daya alam yang ada masih menjadi hambatan bagi peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat Desa Ibul Besar III.

Desa Ibul Besar III mungkin jauh dari hiruk-pikuk kehidupan ibu kota Jakarta, atau kota-kota besar lainnya di tengah dan timur Indonesia. Namun empati tak pernah mengenal jarak. Empati dan kepedulian mampu jangkau desa “Tepian Musi” ini.

Program Tepian Musi, berkah zakat bagi warga Desa Ibul Besar III

Rabu lalu (2/8), Aksi Cepat Tanggap Sumatera Selatan bersama MRI setempat dan Nadwah Korwil Palembang menyapa warga Desa Ibul Besar III. Untuk mereka, ada ratusan kilogram bantuan beras serta ratusan kotak susu bubuk. Tak lupa, layanan kesehatan gratis bagi 180 KK di desa tersebut. Wujud kepedulian itu terlaksana melalui Program Tepian Musi.

“Program Tepian Musi ini sengaja menyasar daerah-daerah tepian sungai, karena sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada di pinggiran sungai dengan penghasilan masyarakat menengah ke bawah. Harapannya program ini menjadi langkah awal untuk program lebih besar lagi,” ungkap Ardiansyah selaku Kepala Cabang ACT Sumsel.

Program Tepian Musi kala itu juga menjadi jembatan amanah zakat masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap. Sebelumnya, tepatnya Ramadan lalu, amanah zakat juga telah sampai ke pelosok Pulau Kabetan, Sulawesi, hingga Atambua, NTT.

Terik siang itu menjadi syahdu ketika mendapati musala tempat akan berlangsungnya Program Tepian Musi sudah dipadati warga. Sementara tim mempersiapkan beberapa perlengkapan yang telah dibawa, beberapa warga terdengar berbisik-bisik. Ekspresi mereka seakan bertanya, “Tim ACT, siapakah mereka?”

Tidak dapat dipungkiri, ACT adalah lembaga kemanusiaan pertama yang masuk ke dalam desa ini. Setelah diberikan beberapa penjelasan, respon hangat pun menyambut baik kedatangan tim ACT Sumsel.

Bantuan 900 kg beras lantas diberikan secara simbolis kepada Sekretaris Desa Ibul Besar III. Dengan menggunakan perahu salah satu warga, beberapa paket bantuan tersebut didistribusikan ke rumah-rumah warga lainnya. Melintasi anak Sungai Musi, ratusan kilogram beras menjumpai pemiliknya.

“Warga kami senang menerima bantuan dari ACT, ditambah lagi ada pemeriksaan kesehatan," tutur Herman, Ketua RT 02 Desa Ibul Besar III.

Anak-anak tak kalah antusiasnya ketika satu per satu kotak susu bubuk mereka terima. Beberapa bocah bahkan memeluk susunya dengan erat, tidak ingin kotak susu itu lepas dari genggaman mereka sambil bercerita renyah dengan tim ACT. Novran, salah satu dari mereka, menghampiri Tim ACT.

“Kak, punya air hangat, tidak? Mau buat susunya, Kak. Susunya pasti enak ya, Kak,” tutur Novran tanpa jeda. Senyumnya mengembang, sambil berharap susu bubuknya segera diseduh. Siang itu, di Tepian Sungai Musi, kebahagiaan zakat mengalir menyapa ratusan warga Desa Ibul Besar III. []