Mulai Berzakat

Kampung ACT, Bentuk Apresiasi Masyarakat Alor

Kampung ACT
  •   Date :  January 09, 2018
  •   Muhajir Arif Rahmani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  79

ACTNews, ALOR – Setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) selalu menyisakan haru dan perasaan membekas di hati masyarakat yang sudah dibantunya. Tidak hanya dalam penanganan bencana saja, namun juga dalam penanganan program lainnya, seperti implementasi Program Community Development, Mitigasi Bencana, Program 100 Pulau Tepian Negeri, dan program-program lainnya.

Belum lama ini, apresiasi dan ungkapan syukur datang dari masyarakat di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga Desa Baolang, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor begitu bersyukur karena kini mereka memiliki bangunan baru yang dilengkapi furnitur kelas. Pembangunan beberapa kelas baru MTs Baburrahmat Baolang terlaksana kerja sama ACT dan BNP Paribas melalui Program 100 Pulau Tepian Negeri.  

Sekolah berbasis Islam ini terletak di wilayah terpencil dan sangat tertinggal. Jarak tempuh dari Desa Baolang ke Kecamatan Pantar adalah 12 km dan harus dilalui dengan berjalan kaki. Sekolah tersebut berdiri di atas tanah wakaf seluas 6.900 m dari warga. Sebelah barat sekolah merupakan tebing/pantai, sebelah utara berbatasan dengan perkampungan masyarakat, dan sebelah selatan berbatasan perbukitan. Di wilayah inilah, ACT dan mitranya membangun sekolah, yang memang sangat dibutuhkan.          

Menurut Arapah, relawan 100 Pulau Tepian Negeri di Alor, pembangunan sekolah swasta berbasis Islam belum menjadi perhatian utama di sana. Hal ini menyebabkan tertinggalnya kondisi sekolah berbasis Islam di Kabupaten Alor dan sekitarnya. Sekolah swasta berbasis Islam di Alor didirikan dan dibangun dengan swadaya masyarakat, tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah setempat.    

Maka, ketika Tim 100 Pulau Tepian Negeri datang dan membantu pembangunan sekolah dan mendistribusikan bantuan lainnya, kegembiraan ditunjukkan oleh masyarakat kampung, termasuk para siswa dan gurunya.

Saking bahagianya, maka masyarakat kampung yang tinggal di dekat MTs Baburrahmat memberi nama kampungnya dengan nama Kampung ACT. Ide nama Kampung ACT ini spontan tercetus dari masyarakat Baolang karena baru ACT lah yang memperhatikan pendidikan di desa mereka.        

“Warga sangat bahagia dengan ruang kelas baru yang dibangun oleh ACT, jauh lebih gagah dan megah dari rumah masyarakat Desa Baolang itu sendiri,” tutur Arapah.          

Selain di Desa Baolang, tim juga mendistribusikan bantuan berupa dana pendidikan untuk 54 siswa, insentif untuk 9 guru MIS Darussalam, bersama laptop, dan LCD proyektor di Timu Abang, Pulau Pura. Kala itu, tim menemukan fenomena yang menarik. Saat mereka berlabuh di Pulau Pura, mereka menemukan kapal nelayan bertuliskan ACT. Setelah ditelusuri, ternyata pemilik kapal nelayan bertuliskan ACT ini adalah Ahmad Lowaimang (Ketua Komite Sekolah MIS Darussalam) yang sangat ngefans dengan ACT. Bagi Ahmad, kehadiran ACT di Timu Abang membawa pengaruh positif bagi anak-anak sekaligus seluruh masyarakat desa.

Jejak program-program kemanusiaan ACT di Pulau Alor  

Sementara itu, di wilayah NTT, Pulau Alor merupakan wilayah yang paling sering disapa ACT melalui program-program kemanusiaannya. Hal inilah yang dirasakan Arapah selama bermukim di Pulau Alor.    

“Selama saya tinggal di sini, saya melihat banyak program kemanusiaan ACT yang diimplementasikan. Ada Program 100 Pulau Tepian Negeri, Global Wakaf, Global Zakat, Global Qurban, Emergency Response, dan program lainnya. Kami bangga menjadi bagian Tim ACT dalam aksi kemanusiaan di Pulau Alor,” ujarnya.            

Di Pulau Alor, Program 100 Pulau Tepian Negeri telah mendistribusikan berbagai bantuan pendidikan. Bantuan-bantuan tersebut di antaranya pembangunan 5 lokal MIS Darussalam Timu Abang, pembangunan 3 lokal MTs Moru, pembangunan 2 lokal MA Kabir, pembangunan 2 lokal MTS Baolang, dan pembangunan 2 lokal PAUD Murowatang. Tidak hanya membangun sekolah, ACT juga mendistribusikan bantuan paket pendidikan dan sarana pendidikan di wilayah sekolah yang pernah dibangun. Bantuan paket pendidikan tersebut didistribusikan di MI Munaseli, MTs Bana, MTs Moru, MIS Wahing, MI Alor Barat Daya, MIS Darussalam Timu Abang, dan sekolah lainnya.

Sementara itu, Program Global Wakaf  telah membangun fasilitas sanitasi di antaranya 3 unit MCK beserta sumur bor, toren, dan 1 tempat cuci di kampung Ulimonong; 4 unit MCK beserta sumur bor, toren, dan 1 tempat cuci di Kampung Liang Lolong; sumur bor di Desa Ilu; sumur bor di Desa Ler; dan sumur di Desa Wetabea.

Untuk Program Global Zakat, ACT pernah mendistribusikan bantuan berupa paket pangan sembako di sejumlah kampung di Desa Alor Besar, Desa Pulau Buaya, Desa Pura Barat, Desa Dulolong Barat, dan Desa Lefokiso. Selain itu, Program Paket Pangan dari Para Donatur Cak Budi juga didistribusikan di Desa Deang onong, Desa Ilu, Desa Ler, Desa Baralel, Desa Baolang, dan Desa Bana.

 

Program lainnya yang pernah digelar ACT di Pulau Alor adalah Program Global Qurban. Sudah 3 tahun Global Qurban menggelar kurban di beberapa titik di Pulau Alor.  

Untuk Respon Tanggap Bencana, Tim Tanggap Bencana-ACT pernah membantu korban gempa, saat gempa terjadi di Alor Timur Laut pada 2016. Dapur Umum didirikan untuk menyediakan makanan siap santap, dibarengi dengan pemberian layanan kesehatan gratis. 

Semoga misi ACT yang sudah dan tengah dijalankan untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam memberantas ketertinggalan di wilayah tepian negeri semakin maksimal. []