Mulai Berzakat

Donasi 4,3 Milyar untuk Rohingya Terkumpul dari Followersnya Kang Emil

Kang Emil Rohingya
  •   Date :  September 12, 2017
  •   Muhajir Arif Rahmani
  •   Editor
  •   Viewers :  48

ACTNews, BANDUNG – Peran media sosial begitu signifikan dalam penanganan bencana kemanusiaan. Melalui medsos lah seseorang, terutama publik figur, dapat mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat untuk membantu umat manusia lainnya.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Walikota Bandung Ridwan Kamil belakangan ini. Melalui platform donasi digital Kitabisa.com, ia berhasil mengajak masyarakat Kota Bandung menggalang dana untuk etnis Rohingya. Penggalangan dilakukan dalam satu pekan dan berhasil mengumpulkan donasi sejumlah 4,3 miliar rupiah.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, terkumpulnya dana Rp 4,3 miliar untuk pengungsi Rohingya menjadi pertanda bahwa empati dan kepedulian masyarakat Indonesia masih tinggi. Ia mengungkapkan ada 3 ikatan simpul kenapa donasi besar itu bisa terkumpul dengan cepat dan hasilnya luar biasa. Simpul itu adalah empati, teknologi, dan komunikasi.

Empati dari masyarakat, bertemu dengan teknologi Kitabisa.com di mana yang menyumbang bisa ketahuan (transparan), memberikan testimoni, mengecek (donasi), dan sebagainya. Kemudian bertemu dengan komunikasi, yakni followers medsos saya mencapai 12 juta dan saya manfaatkan untuk kebaikan,” terangnya, saat konferensi pers dan penyerahan simbolis bantuan kepada ACT di Pendopo Kota Bandung, Senin (11/9).         

Kang Emil menambahkan, donasi penggalangan untuk etnis Rohingya ini melebihi target yang direncanakan. Awalnya, ia menargetkan 1 milyar dalam waktu 25 hari. Ternyata, baru sepekan donasi telah mencapai 4 milyar lebih! Hal tersebut menjadi perolehan yang luar biasa.  

"Ini hari istimewa karena banyak sejarah lahir. Selama tujuh hari saya memberikan dua kampanye. Pertama, mengajak warga Bandung untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan secara langsung untuk pengungsi Rohingya. Mulai dari sekolah, kantor, masjid, unit kerja Pemkot, BUMD, para pengusaha serta Baznas, semua ikut berpartisipasi," ucap Emil.

Kedua, imbuhnya, ada kampanye digital yang luar biasa karena targetnya sebulan dipotong jadi tujuh hari.

Di tempat yang sama, Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) N. Imam Akbari turut memberikan paparan. Setelah bantuan diterima, ACT akan mengirimkan Tim SOS Rohingya yang ke 14 untuk mendistribusikan bantuan bagi ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh. 

Bantuan itu akan disalurkan dalam bentuk program pembangunan shelter serta pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, dan medis.

"Kami sangat mengapresiasi. Kata kunci dalam penanganan bencana adalah cepat. Karena, dengan kecepatan kita bisa menyelamatkan banyak orang, termasuk dalam hal recovery," ucap Imam.

"Insya Allah kami selalu imbangi dengan kecepatan juga. Ini amanah yang luar biasa kami. Amanah warga Bandung dan netizen akan kami salurkan dalam bentuk sejumlah program bantuan seperti pangan, pakaian, medis dan kita juga sedang menyiapkan kapal kemanusiaan," lanjutnya.

Prosesnya yang cepat dan besarnya donasi via medsos untuk etnis Rohingnya ini, menurut Owner Kitabisa.com, M Alfatih Timur, merupakan bukti bahwa orang baik juga bisa berisik atau bersuara.  

“Orang baik juga bisa berisik. Buktinya Kang Emil bisa mengumpulkan 15 ribu orang berisik di sosial media, tetapi berisiknya untuk kebaikan. Maka terkumpul lah 4,3 milyar lebih. Menurut saya, ini keren banget. Seperti yang dibilang Kang Emil tadi gabungan dari empati, teknologi, dan komunikasi,” terangnya.

Timmy bertekad kampanye untuk membantu etnis Rohingya ini akan terus dilakukan Kitabisa.com bersama ACT, karena menurutnya sinergi kemanusiaan Kitabisa.com dan ACT sudah berjalan lama dan sudah banyak program kemanusiaan sukses dijalankan.        

“ACT selama ini memang sesuai namanya, menjalankan misi kemanusiaannnya dengan cepat, gesit, dan kreatif. Pokoknya konten-konten ACT selalu fresh. Video-videonya menggugah dan bagus buat Kitabisa.com. Itu menjadi sinergis yang bagus terutama untuk anak muda yang butuh konten yang fresh,” pungkasnya.[]