Mulai Berzakat

Budi Daya Ayam Joper Sejahterakan Warga Cepu

Budi Daya Ayam Joper Sejahterakan Warga Cepu
  •   Date :  December 09, 2018
  •   Dananto Riski Nugroho
  •   Editor Nimas Afridha Aprilianti
  •   Viewers :  52

ACTNews, BLORA - Pemberdayaan di bidang pertanian dan peternakan adalah ikhtiar nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan di negeri agraris, Indonesia. Salah satu langkah untuk menyejahterakan masyarakat, Global Zakat - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah bersama Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) Kudus menggulirkan program Budidaya Ayam Jawa Super (Joper) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kepala Program ACT Jawa Tengah Giyanto menjelaskan, ACT telah memilih Desa Kapuan di Kecamatan Cepu yang menjadi satu titik awal percontohan. Sebab menurut Giyanto, sebagian masyarakat di Desa Kapuan memiliki keahlian di bidang peternakan, terbukti mereka telah berhasil membudidayakan ayam joper sejak lama.

“Namun, kendalanya ada pada permodalan. Oleh karena itu, melalui zakat, kami berharap program ini bisa mendongkrak sistem ternak yang sudah berjalan di sana,” kata Giyanto.

Ayam joper sendiri dipilih karena pertumbuhannya cepat. Pada dasarnya, ayam joper serupa dengan ayam pedaging, namun nilai ekonominya lebih tinggi. Lamiran, salah seorang peternak yang telah sukses di Desa Kapuan mengungkapkan, masa panen ayam dari menetas hingga siap jual yakni antara 8 hingga 10 minggu. Kata Lamiran, bobot yang dihasilkan pun sekitar 900 sampai 1.000 gram.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan modal usaha produktif berupa 1.000 bibit ayam joper. Saya yakinkan kepada warga untuk tidak perlu khawatir soal penjualan karena selama saya beternak sudah ada supplier yang siap menampung, bahkan sampai kekurangan stok,” terang Lamiran yang juga mendapat amanah sebagai pembimbing warga Desa Kapuan dalam membudidayakan ayam joper.

Sedang Muhdam Azhar selaku Ketua YBM PLN Area Kudus mengatakan, pihaknya berharap masyarakat yang sebelumnya menjadi penerima zakat (mustahik), nantinya berubah menjadi pemberi manfaat zakat (muzakki) melalui program pemberdayaan tersebut.

“Kami tidak akan memberikan ikan untuk siap disantap, tetapi kami memberikan kail. Dengan begitu, semoga ikhtiar terhebat dalam mencari ikan dapat masyarakat lakukan. Bersama Global Zakat-ACT kami bersinergi untuk memberikan bantuan sekaligus peningkatan keahlian bagi penerima dana zakat,” tutur Muhdam. []