Mulai Berzakat

"Beri Asa Yogyakarta", Bantu Satiran dan Tiyono

m
  •   Date :  February 06, 2019
  •   Nasrudin
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  19

ACTNews, GUNUNGKIDUL- Namanya Satiran, pria paruh baya yang berprofesi sebagai buruh harian itu menempati hunian tak layak huni di Dusun Kepek, Desa Semin, Kecamatan Semin, Gunungkidul. Jumat siang (1/2), tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Relawan MRI Gunungkidul bergerak memberikan bantuan paket pangan serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini terlaksana setelah mendapat laporan dari warga sekitar atas kondisi keluarga Satiran yang memprihatinkan. 

“Dengan penghasilan yang kecil, keluarga Pak Satiran hanya mampu menambal rumahnya dengan seng bekas dan seadanya, lantai dari tanah beralas tikar, dan kamar mandi yang seadanya, selain itu anak tertua Pak Satiran pun harus merantau ke Solo untuk bekerja setamat SMP,” jelas Kharis Pradana selaku Koordinator Program ACT DIY yang sempat menemui Pak Satiran.

Selain berkunjung di kediaman sederhana tersebut, tim ACT-MRI juga berkesempatan berkunjung ke kediaman Bapak Tiyono yang lokasinya tidak jauh dari pak Satiran. Pak Tiyono juga tinggal di rumah tidak layak huni. Di sana tim ACT-MRI melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan bantuan paket pangan. Kegiatan ini bagian dari program "Beri Asa Yogyakarta", yang implementasinya didukung dari zakat masyarakat Indonesia melalui Global Zakat-ACT.

Dengan penghasilan rata-rata 500 ribu rupiah, Pak Tiyono yang kesehariannya bekerja sebagai pengrajin akar wangi, harus menghidupi seluruh keluarganya. Kondisi rumah Pak Tiyono juga tidak kalah memprihatinkan. Dinding rumah  terbuat dari tempelan-tempelan seng bekas dan sudah rapuh, sementara atap kerap kali bocor ketika hujan. 

Keluarga Pak Satiran, dan Pak Tiyono merupakan sedikit dari banyak masyarakat di Wilayah Gunungkidul yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Dalam kaitannya, kemiskinan dapat menjadi pangkal dari kelaparan, pengangguran serta kriminalitas, bahkan sampai level bunuh diri akibat tekanan kebutuhan hidup yang sulit” tambah Kharis. 

Aksi Cepat Tanggap melalui Global Zakat senantiasa menjangkau masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia, membawa berkah zakat bagi mereka yang membutuhkan. "Ini bagian dari upaya kami untuk mengentaskan kemiskinan," pungkas Kharis. []