Mulai Berzakat

Asa Fitri untuk Pulih Melihat Semakin Dekat

1
  •   Date :  April 25, 2019
  •   Reza Mardhani
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  78

ACTNewsBANDUNG – Ketika kali keempat tim Mobile Social Rescue (MSR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendampingi pengobatan Fitri Sintia Sari, harapan bocah delapan tahun itu untuk melihat kembali semakin dekat. Penyakit Steven Johnson Syndrome yang menjangkit Fitri, perlahan-lahan dapat terobati.

“Sebelum pengobatan itu dia hampir tidak dapat melihat sama sekali. Setelah pengobatan pertama, Alhamdulillah, bisa melihat remang-remang cahaya, kedua buram, pengobatan ketiga baru agak jelas dengan jarak setengah meter, sampai sekarang makin membaik sudah bisa melihat sampai tiga meter,” ujar Fauzi, anggota tim MSR-ACT yang ikut mendampingi Fitri, Kamis (25/4).

Di pendampingan pengobatan keempat pada Selasa (23/4) lalu itu, dokter menyarankan untuk operasi cangkok mata bagian stemsel, atau sel puncak. Tetapi untuk operasi ini, mereka masih harus menunggu pendonor mata.

“Jadi bukan seluruh bagian matanya, tapi ambil sebagian sel dari matanya. Tadinya kata dokter kalau mata Fitri hanya sakit satu saja, bisa diambil dari mata yang tidak rusak. Tapi karena rusak keduanya, ya kita masih tunggu pendonor sekarang,” kata Fauzi. Selain itu, dalam dua minggu ke depan, Fitri disarankan untuk selalu kontrol ke rumah sakit, tepatnya Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung.

Untuk sistem donornya sendiri, Fauzi tidak begitu mengetahui persis apakah akan dari saudara sedarah, ataupun dari orang lain. Namun, ia hanya tahu pasti dokter hanya mengatakan, Fitri harus mendapatkan donor atau paling tidak mencari donor.

Kini Fitri sudah dapat bermain selayaknya anak-anak lain, meskipun masih ada selaput putih yang menutupi matanya serta matanya seperti luka bakar. Kondisi ini sudah jauh berbeda ketika tim mengunjungi Fitri untuk pertama kalinya pada awal Maret lalu.

Ketika tim mengunjungi Fitri pertama kali, matanya hampir tidak dapat melihat secara total bahkan untuk membaca mesti didekatkan sampai sekitar 10 cm. Kondisi ekonomi yang sulit, membuat kedua orangtuanya tidak dapat berbuat banyak pada awalnya. Melalui donasi yang terkumpul melalui kitabisa.com beberapa waktu lalu, kini kondisi Fitri semakin membaik sejalan dengan pengobatan.  []