Mulai Berzakat

ACT Semarang: Ramadan Memang Usai, Namun Berbagi Jalan Terus

ACT Semarang: Ramadan Memang Usai, Namun Berbagi Jalan Terus
  •   Date :  July 11, 2017
  •   Shulhan Syamsur Rijal
  •   Editor
  •   Viewers :  84

ACTNewsKABUPATEN SEMARANG - Dari kontur wilayahnya, daerah Semarang terutama wilayah Kabupaten Semarang di bagian selatan memang dingin dan sejuk, apalagi di momen menjelang sore. Seperti biasanya, sejuk dan dinginnya Semarang terasa menusuk kulit hari itu, Sabtu (8/7). Sebelum matahari tenggelam, kami Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Semarang dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Jawa Tengah punya agenda sebelum langit berubah gelap. Satu kalimat terucap sebelum sore itu: Ramadan memang usai, namun berbagi jalan terus.

Agenda senja itu harus dimulai sebelum malam gelap. Menggunakan kendaraan motor bebek, muatan penuh diisi oleh kotak-kotak susu amanah dari PT. Fonterra Brands Indonesia. Sesuai rencana, kotak susu itu akan dibawa menuju daerah binaan ACT Semarang di RT 02 RW 03 Desa Kedungwangan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Kontak ACT Semarang di Kedungwangan namanya Ramadhan. Beliau adalah relawan MRI yang juga menjadi pejuang untuk perkembangan desanya. Belum lama ini, Ramadhan merintis usaha jahit, tapi bukan untuk keuntungannya pribadi. Usaha jahit yang digarap Ramadhan digunakan untuk membiayai pengembangan pendidikan anak-anak di desanya.

Di rumah Ramadhan, sudah berkumpul sekira 18 orang perempuan lansia berusia di atas 51 tahun. Kebanyakan ibu paruh baya itu pun sudah janda, menghidupi harinya seorang diri. Meski sederhana dan singkat, namun keakraban untuk berbagi tak berkurang sedikitpun. Ramadhan membuka obrolan dengan bahasa Jawa yang fasih. Tak lupa Tim ACT dan MRI berbincang dengan belasan ibu paruh baya itu. Jelang azan Maghrib, belasan ibu lansia tersebut membawa pulang masing-masing satu kotak susu Anlene Gold, susu produksi PT. Fonterra Brands Indonesia.

“Ibu, ini susunya punya kalsium tinggi, fungsinya supaya tulang ndak keropos. Supaya masih bisa jalan lincah walau sudah di atas 51 tahun,” kata Ramadhan menjelaskan ke belasan lansia di teras rumahnya. Sesudah itu, belasan ibu-ibu lansia itu pun pamit sembari mengucap terimakasih dan meninggalkan senyum bahagianya. 

Pemberdayaaan UKM Kerupuk Rengginang di Kaliwungu, Kabupaten Semarang

Masih di hari yang sama, Sabtu (8/7) Tim ACT Semarang juga dibantu relawan MRI regional Jawa Tengah berkunjung ke desa binaan lainnya di Kabupaten Semarang. Kali ini lokasi desa binaan berada di paling ujung Kabupaten Semarang, berbatasan langsung dengan Boyolali, tepat di Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Satu lagi pejuang sosial yang menjadi panutan ada di Desa Payungan. Namanya Winarni, seorang ibu dari keluarga sederhana yang kesehariannya hanya dihabiskan untuk memikirkan kemajuan kampungnya. Winarni tak pernah lelah mengusahakan apapun demi kampungnya bisa mandiri. Mulai dari mendirikan usaha untuk ibu-ibu sampai menghidupkan pendidikan anak-anak, menjaga agar tak ada lagi anak di kampungnya yang putus sekolah.

Satu rintisan usaha yang kini sedang dilakoni serius oleh Winarni adalah usaha rengginang. Kini usahanya telah tumbuh bersama satu orang karyawan. Winarni berkata, dalam waktu dekat bakal merekrut lagi lima orang karyawan dari kalangan ibu-ibu warga kampungnya sendiri.

Rupanya, usaha rengginang ini tak sebentar dilakoni Winarni. “Saya sudah menggeluti usaha turun temurun ini sekitar lima tahun. Dimulai dari membantu ibu saya sampai kemudian bisa mendirikan usaha mandiri dengan kapasitas produksi yang lebih besar bersama dengan ACT,” kata Winarni.

Selama perkembangan usahanya, Aksi Cepat Tanggap Semarang selalu mengiringi Winarni. Giyanto dari ACT Semarang mengatakan, lewat program Pemberdayaan UKM Kerupuk Rengginang harapannya makin banyak desa yang bisa mandiri.

“Masih banyak orang-orang hebat seperti Winarni yang berjuang untuk kemajuan desanya. ACT Semarang punya asa untuk menghidupkan perekonomian masyarakat agar lebih mandiri. Efeknya bakal meluas bahkan sampai menghidupkan pendidikan anak-anak. Seperti yang telah dilakukan Winarni di Desa Payungan,” ujar Giyanto.

Desa Binaan ACT Semarang di Pantura Tegal

Sehari sebelum berkunjung ke desa-desa binaan ACT Semarang di Kedungwangan dan Payungan, tim relawan dari MRI regional Jawa Tengah juga sempat berkunjung ke wilayah Pantura Tegal, tepatnya di Jalan Timor-Timur, Desa Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Desa ini berada persis di tepi laut Pantura, sebuah kawasan yang tergolong mayoritas warganya berada dalam kategori ekonomi di bawah standar. Kebanyakan berprofesi sebagai tukang becak juga pedagang di pasar dan nelayan.

Awalnya, perumahan tukang becak di Panggung, Tegal Timur, ini dibangun oleh Pemerintah Kota Tegal. Alasannya, kala itu banyak sekali tukang becak di Kota Tegal yang tak memiliki hunian rumah. Namun, setelah rumah dibangun, bentuknya sangat sederhana dengan ukuran tidak lebih dari 3x5 meter. Apalagi kini kondisinya makin memprihatinkan.

Dari penuturan Tim MRI Jawa Tengah, banyak di antara para tukang becak itu yang kini telah beralih profesi penjadi pedagang. Namun alih profesi rupanya juga tak mengerek ekonomi mereka. Alasan utama juga karena pendidikan sebagian besar masyarakat Panggung yang tergolong terbelakang.

Namun kini, sejak beberapa bulan lalu Desa Panggung menjadi wilayah desa binaan garapan ACT Semarang bersama dengan mitra dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Bina Umat Mandiri (BUM).

Sampai hari ini, di Desa Panggung telah dirintis beragam kelompok pembinaan, mulai dari kelompok ibu-ibu, kelompok remaja, dan kelompok bapak-bapak.

Mulai dari Kedungwangan, Payungan sampai Desa Panggung menjadi fokus dari pembinaan masyarakat desa yang dirintis ACT Semarang, Semangatnya masih tetap sama: Ramadan memang usai, namun berbagi jalan terus.

Masih banyak ribuan desa lainnya di Jawa Tengah yang harusnya bisa bersama-sama dirintis menjadi desa mandiri. Ketika masyarakat desa telah mampu mandiri dari sisi ekonomi hingga pendidikan, maka tinggal menunggu waktu urusan pengentasan kemiskinan di Indonesia perlahan akan tercapai, Insya Allah. []