Mulai Berzakat

ACT Kembali Penuhi Gizi Penderita Malnutrisi di Lombok

m
  •   Date :  December 24, 2018
  •   Mhd. Alfahjri Sukri
  •   Editor Dyah Sulistiowati
  •   Viewers :  129

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Sudah 6 bulan pascabencana gempa, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi masyarakat Lombok. Menunaikan amanah masyarakat Indonesia, ACT terus membersamai para korban gempa dan masyarakat Lombok pada umumnya. Berbagai program diluncurkan dalam fase pemulihan ini, mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik, pembangunan hunian, serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu bentuk layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Lombok adalah program Bengkel Gizi Terpadu (BeGiTu). Ditopang dari dana zakat masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Global Zakat, BeGiTu berupaya memulihkan kondisi kesehatan anak-anak yang terjangkit malnutrisi di Lombok. Sabtu (21/12), BeGiTu kembali dilakukan di aula Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

“Kegiatannya berupa pemeriksaan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB), dan pemeriksaan kesehatan anak-anak yang terkena malnutrisi. Kami juga mengedukasi soal gizi bagi keluarga penderita, dan pembagian paket gizi untuk 116 anak. Paket ini berupa susu, biskuit, buah-buahan, kacang ijo, gula merah, dan makanan sehat lainnya. Ini sebagai tahap awal pemenuhan gizi anak-anak tersebut” ujar dr. Muhammad Riedha Bambang selaku Penanggung Jawab Program BeGiTu ACT.

Dr. Reidha menyebutkan, edukasi gizi penting dilakukan agar masyarakat tahu bagaimana mengonsumsi paket gizi tersebut. “Kita jelaskan tentang kegunaan makanan bergizi tersebut serta cara mengkonsumsi makanan itu agar tidak salah penggunaan. Bersama dengan tim Puskemas Sembalun dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB, kita lakukan ini sebagai tahap awal pemulihan gizi buruk di Lombok,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam implementasi program BeGiTu terdapat tiga fase yang dilakukan, yaitu pendampingan gizi, psiko edukasi kepada keluarga dan komunitas, dan ketiga pemberdayaan masyarakat. Untuk program ini sendiri masih termasuk ke dalam tahap awal yaitu pendampingan.

“Di tahap awal ini kita lakukan verifikasi dan intervensi. Verifikasi sudah kita lakukan pada Oktober sampai November lalu di 27 Posyandu yang ada di Sembalun. Dari sana kita dapat lebih dari 100 anak dengan kisaran usia 1 hingga 4 tahun menderita malnutrisi, baik berstatus gizi buruk maupun gizi kurang. Sekarang kita lakukan tahap intervensi pertama berupa pendistribusian paket gizi ini. Masih tahap awareness,” ucap Reidha.

Dalam tahap intervensi, sedang dilakukan secara berkala pendistribusian paket gizi selama satu kali dalam dua minggu selama enam bulan ke depan bagi anak-anak malnutrisi tersebut. “Ini baru pemberian pertama, InsyaAllah akan kita rutinkan ke depannya dengan pendampingan,” tutur Reidha.

Dalam waktu dekat, penyuluhan dalam bentuk seminar bagi para orang tua juga akan diselenggarakan dengan mengundang ahli gizi. Harapannya, seminar tersebut dapat meningkakan pengetahuan para orang tua tentang gizi, terutama gizi buruk. []